Kalau kita sedekah dengan ikhlas maka Allah pasti akan menggantinya, minimal 10x lipat dan maksimal tidak terhingga

“Allah tidak akan ingkar terhadap janji-janjinya”

Disini ada kisah nyata seorang mahasiswa Universitas Gundarma sebut aja nama nya “Fajar Nurhakim” semoga bermanpaat buat sang pembaca dalam hal kebaikan.

Sebelumnya mungkin diantara kita sudah sering mendengar dan atau membaca dua kalimat di atas ? Allah sudah berjanji bahwa sedekah kita akan dilipat gandakan menjadi berlipat-lipat, itulah salah satu janji Allah yang jelas pada beberapa Ayat Al-Quran dan hadist berikut :

• Allah Tabaraka wataala berfirman: “Hai anak Adam, infaklah (nafkahkanlah hartamu), niscaya Aku memberikan nafkah kepadamu.” (H.R. Muslim) • Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah) dengan mengeluarkan sodaqoh. (HR. Al-Baihaqi) • “Harta itu tidak akan kurang dengan disedekahkan.” (HR. Imam Muslim) • Satu dirham memacu dan mendahului seratus ribu dirham. Para sahabat bertanya, “Bagaimana itu?” Nabi Saw menjawab, “Seorang memiliki (hanya) dua dirham. Dia mengambil satu dirham dan bersodaqoh dengannya, dan seorang lagi memiliki harta-benda yang banyak, dia mengambil seratus ribu dirham untuk disodaqohkannya. (HR. An-Nasaa’i) • ”Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat-gandakan (pembayarannya oleh Allah) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak.” (QS.Al-Hadid:18)

Kali ini saya ingin menceritakan tentang kisah nyata saya sendiri yang berkenaan dengan Sedekah, Sebelumnya dalam cerita ini, saya tidak punya maksud dan niat lain selain ingin berbagi cerita tentang hebatnya Sedekah 🙂

Pengeluaran Berlebih Demi Membeli Alat Olahraga Awal cerita ketika saya ingin membeli sebuah alat olahraga yang ternyata harganya tidak berbanding lurus dengan dompet seorang mahasiswa, Ya ! saya salah satu Mahasiswa di Universitas Gunadarma, biasa orang-orang memanggilku dengan nama Fajar atau Joe. Karena memang saya sangat mengnginkannya akhirnya berusaha menabung dan berhemat, saya sendiri berniat ingin membeli alat tersebut 2 bulan kedepan, namun apa daya, setelah 2 bulan uang masih kurang untuk membeli alat tersebut, tapi karena sudah berniat ingin membelinya pada hari itu akhirnya nekat menggunakan uang jajan yang tersisa di kantong tanpa memikirkan bagaimana kedepannya, karena untuk makan dan yang lainnya saya udah menyimpan stok bahan pangan yang cukup. Akhirnya keinginan membeli alat tersebut tercapai, setelah beberapa hari ternyata perkiraan kurang tepat, dengan kata lain bahan pangan tidak akan cukup sampai akhir bulan dan sisa uang pun hanya tinggal 14.000. . Sisa uang di kantong tinggal 14.000 Dengan rasa bingung, saya langsung memutar otak mengatur bagaimana agar bahan pangan + 14.000 bisa digunakan sebaik-baiknya sampai akhir bulan, Puasa dan Mengurangi Jatah makan adalah solusi terbaik. Namun dengan cara itupun, sekitar 10 hari sebelum akhir bulan, bahan pangan dan uang tidak cukup (mungkin hanya cukup untuk 2-3 hari lagi *paket hemat*), selain itu persediaan air minumpun hanya tinggal sedikit (sekitar 15 gelas terakhir), disinilah selama beberapa hari saya hanya minum 1 sampai 2 gelas saja dalam sehari. Hari kamis sore, tepat bahan pangan hanya cukup untuk 1 kali makan, namun saya coba dipakai untuk 2x makan sampai sarapan pagi hari jum’at besok, untuk makan selanjutnya bagaimana besok aja, Pada Hari jum’at setelah selesai Matakuliah Statistika, saya langsung pergi ke Masjid bersama teman saya Berto. . Quiz Berhadiah Dari Salah Satu Dosen Di masjid inilah, entah kenapa saya mendadak terpikir tentang sedekah , ” Kalau kita sedekah dengan ikhlas maka Allah pasti akan menggantinya berlipat-lipat“. Akhirnya dengan keyakinan dan percaya pada janji Allah, saya mengeluarkan uang 10.000 dan memasukkannya ke kotak amal, pada waktu itu yang saya pikirkan hanya “Ikhlas, Ridho, Pasrah dan Yakin Pada Janji Allah”, akhirnya sisa uang tinggal 4.000 dan bahan panganpun sudah habis. By : Eno Susanto (Relawan Sahabat Harapan)

Tinggalkan Balasan