Adab Bertamu

ADAB BERTAMU

Islam mengajarkan adab bagi tuan rumah dalam memuliakan tamu, islam juga mengajarkan adab bagi tamu ketika berkunjung ke rumah orang lain.

Berikut adalah beberapa adab dalam bertamu

  1. Mintalah izin untuk masuk dan berdirilah di samping pintu atau menghadap ke arah luar.

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman, yang artinya

“Hai orang-orang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi bagimu agar kamu selalu ingat.” (QS. An Nur:27)

  1. Hindari bertamu di waktu yang tidak tepat

Seperti bertamu di waktu istirahat atau di waktu orang bekerja. Kecuali jika sangat mendesak. Allah mengajarkan tentang 3 waktu privasi, dimana anak-anak tidak boleh masuk kamar orangtuanya, kecuali setelah minta izin.

Allah beriman yang artinya, “Hai orang-orang yang beriman, hendaklah budak-budak (lelaki dan wanita) yang kamu miliki, dan orang-orang yang belum baligh diantara kamu, meminta izin kepada kamu tiga kali (dalam satu hari) yaitu : sebelum shalat subuh,ketika kamu menanggalkan pakaian (luar) mu di tengah hari dan sesudah shalat isya inilah tiga (waktu buka) aurat bagi kamu.” (QS An Nur:58)

  1. Dianjurkan untuk membawa hadiah ketika bertamu

Karena akan mempererat persaudaraan, Nabi bersabda “Berdasarkan saling memberi hadiah, niscaya kalian akan saling mencintai.” (HR Bukhari)

  1. Duduklah di tempat yang disediakan oleh tuan rumah dan hindari mengambil posisi yang bisa melihat isi rumah. Nabi bersabda, janganlah orang itu duduk di tempat duduk khusus milik tuan rumah, kecuali jika diizinkan. (HR.Muslim)
  2. Berusahalah untuk selalu menjaga pandangan selama bertamu

Allah Berfirman yang artinya “ Dia mengetahui pandangan mata yang khianat dan apa yang tersembunyi dalam dada.” (QS. Ghafir : 19)

  1. Makanlah hidangan yang telah disediakan dan jika puasa, sampaikan izin untuk tidak memakannya dan jangan lupa untuk mendo’akan tuan rumah.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Apabila kalian diundang, hadirilah! Jika sedang puasa, do’akanlah! Dan apabila tidak berpuasa, makanlah!” (HR. Muslim)

  1. Jika bertamu sudah selesai, segeralah untuk pamit.

Berlama-lama di rumah itu bisa merepotkan tuan rumah. Kecuali jika tuan rumah menghendaki anda untuk tetap di rumahnya. Allah mengajarkan dalam firmannya “ Wahai orang-orang yang beriman. Janganlah kamu memasuki rumah-rumah nabi kecuali jika kamu diizinkan untuk makan tanpa menunggu waktu masak makananya, tetapi jika kamu dipanggil maka masuklah dan apabila kamu selesai makan, keluarlah kamu tanpa memperpanjang percakapan….” (QS. Al Ahzab : 53)

  1. Jika tamu butuh untuk menginap, dia hanya punya hak untuk dijamu selama 3 hari.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda “ Kewajiban menjamu tamu hanya berlaku 3 hari lebih dari itu statusnya sedekah untuk tamu.” (HR. Muttafaq ‘alaih)

  1. Jangan lupa untuk mendo’akan tuan rumah ketika anda menyantap hidangan

Nabi pernah bertamu di rumah seseorang. Setelah beliau makan hidangan yang disuguhkan beliau berdo’a “Ya Allah berikanlah rezeki yang engkau berikan kepada mereka, ampunilah mereka dan rahmatilah mereka.” (HR. Abu Daud)

Sumber : Yufid.TV

Komentar

Comments (0)

Write a Comment